Saturday, September 18, 2004

3. Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warahmah.

Awal ceritera, sekira 1957 terbuka keberadaan keluarga Embah Tinggal Karadimulia, F.2 yang dilacak sejak lama oleh keluarga kakaknya Embah Tasrip Sastroprawiro, F.1 dari Brebes.
Pada 1940an embah Tinggal berpisah dengan Nini Ami, F.2a dan Mimih Srikanti, F.2.1 asal Manis Jalaksana Kuningan yang berangkat ke Palembang. Aku Emanrais, F.2.1.1 lahir 1944.
Embah Tinggal menikah lagi dengan embah Katem asal Kadipaten. Anaknya Mang Rakim, F.2.2 yang lahir pada 1945. Embah wafat dan dimakamkan di Pronggol Cirebon pada 1945.
Maklum data tak tercatat, gara gara kekeliruan informasi awal. Kak Enceh, F.1.3.3a terbiasa memanggil Sri kepada ibuku Srikanti, F.2.1. Meskipun telah dikoreksi pada 1970 kak Enceh tetap ngotot manggil Sri. Lidah Betawi nya liat saja untuk mengikuti jejak mas Narso, F.1.3.3 merubah panggilan dari dik Sri menjadi bik Sri. Tentunya hubungan yang baru 1968 mulai mesra kayak gulali dirubung semut ini berubah menjadi meriang, yang masih terus berlanjut sampai saat Apa Rais, F.2.1a wafat pada 1984. Kekeluan lidah ini terbawa sampai wafatnya kak Enceh pada tahun 1995.

Kami bersyukur. Bahwasanya catatan tentang silsilah keluarga ini, ternyata juga menarik banyak peminat pro-aksi Sadar Silaturahmi. Usahaku ini merupakan lanjutan ide Pancakaki, dari Oom Oeloet Kusnawidjaja, B.6.4 dan Kak Kamul Suta Atmadja, A.2.2.1 pada 1970.
Semoga kedua almarhum, mendapat ampunan dan ganjaran melimpah dari Allah SWT. Kulacak data dari satu keluarga ke keluarga yang lain sejak 1984, mulai disusun 1991. Seperti juga Silaturahmi yang menjadi hak dan kewajiban. Kekerabatan memang harus diupayakan, ditemukan dan dirawat secara seimbang, harmonis dan berkesinambungan. Dibukan zaman kuda gigit besi ini, yakni zaman komunikasi, informasi, multimedia. Memelihara kekerabatan bukan lagi sesuatu yang sulit. Asal mau. Bisa saja dengan surat atau telepon. Biayanya tentu akan sangat jauh lebih murah. Katimbang biaya beranjangsana, apalagi kalau harus pulang mudik matak awak ripuh itu. Kecuali kalau memang ingin bersalam jumpa.

Untuk keperluan merawat itu, Data Untai Keluarga ini juga dilengkapi dengan Data Alamat Pos, Nomor Telepon dan Album Potret. Kalau mau bisa juga dilengkapi dengan Album Keluarga atau Data Riwayat Hidup atau CV. Untuk kelengkapan data ini, maka aku mohon bantuan kepada Saudaraku semua dimana saja. Upaya penyempurnaan kekurangan pada jurusan jurusan, nama nama dan perubahan data karena perkawinan, kelahiran dan kematian.
Jangan risau, KIRIMKAN DENGAN POS/SMS/Fax/e-mail KEPADA KAMI

Pencantuman atribut sosial dan akademis, bukannya untuk dimalui. Tetapi guna melecut semangat generasi muda, untuk mau menuntut elmu panemu. Agar menjadi sosok yang legok tapak genteng kadek. Thalabul ‘ilmi itu kewajiban kita seumur hidup. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, "Tuntutlah ilmu meskipun ke negeri Cina".

Catatan yang sudah dibikin, terdiri dari 27 Seri. A B C D E kawit Kuningan, F kawit Brebes, G H I J K kawit Sukabumi, M N kawit Jakarta, R T kawit Serang, U V W X Y Z kawit Tasikmalaya. AA AB AC AD AE kawit Kuningan dan AF kawit Subang.
Di 14 Seri diantaranya, nama anakku Arief Wahyu Nugraha ada tercantum.

Silahkan dibaca dan dimaklumi, semoga catatan ‘iseng buang enerji’ ini tetap ada manfaatnya.
Bisa untuk menambah wawasan sosial. Atau setidaknya sebagai penyambung informasi generasi masa lalu, ke ajang silaturahmi bagi generasi masadepan. Meski seandainya, cuma sekedar sebesar zarrah sekalipun atau ibarat sesebutir pasir di samudera ilmu yang sangat luas, dalam dan bergelora. Semoga yang benar tetap benar, meskipun sulit. Meskipun ibarat menegakkan benang basah meluruskan ketelanjuran.
Eha Rohati, A.2.1.1.1 semestinya memanggil Oom kepada A.2.5.4. Bukan Kak Encam.
Asep Ismanto, A.2.4.3.2 seyogyanya juga memanggil Oom atau Emang kepada A.2.7.1.
Bukannya Wak Eman. Menurut kode nasab Ceu Uha itu teteh misanku. Lakukan panggilan sebagaimana mestinya menurut kode nasab. Jangan merasa risih atau sungkan karena umur lalu melakukan panggilan ngawur yang bisa menyesatkan konstelasi kekerabatan.
Semoga aksi silaturahmi antar keluarga ini bisa caang padang lagi kayak dulu.
Pertukaran info bisa melalui jalur komunikasi apa saja yang ada mudah murah meriah.

Tangerang, 09 Juni 2005
A.2.7.1 Suratman b Rais b Willadirana b Satjaperwata

No comments: