Saturday, September 18, 2004

4. Metodologi

METODOLOGI DUK
Edisi : 05 Januari 2005

PENELUSURAN
Pencarian nasab dimulai dari diriku sendiri.
Kutulis namaku, Suratman Rais.
Karena sudah menikah, kutulis Suratman Rais = Djubaedah.
Dari pernikahanku lahir anakku, kutulis, Arief Wahyu Nugraha.

KODEFIKASI ASAL USUL
Pengkodean bisa dengan cara apa saja, yang penting bisa membedakan pribadi per pribadi.
Dalam Data Untai Keluarga ini kugunakan cara alfa-numerik. Yakni gabungan antara huruf dan nomor.
Asal usul bapakku dari kakek, berkode A.
Asal usul bapakku dari nenek, berkode B.
Asal usul bapakku dari buyut, berkode C.
Asal usul ibuku dari canggah isteri, berkode D.
Asal usul ibuku dari canggah pameget, berkode E.
Asal usul ibuku dari embah, berkode F.
Asal usul bapak mertuaku dari kakek, berkode G.
Asal usul ibu mertuaku dari nenek, berkode H.
Asal usul ibu mertuaku dari kakek, berkode I.
Untuk turunan bapak mertuaku dari pihak buyut pameget, berkode K.
Selanjutnya di belakang alfa kuberikan nomor identitas pribadi, menurut kronologi kelahiran.

Pada kode nasab A, yakni keturunan dari Buyut Satjaperwata.
Abah Willa bungsu dari 2 bersaudara, berkode A.2
Bapakku Rais bungsu dari 7 bersaudara, berkode A.2.7
Aku Suratman sulung dari 7 bersaudara, berkode A.2.7.1
Anakku Arief akar tunggal berbiji ganda, berkode A.2.7.1.1

Dari kode nasab A.2.7.1.1 tampak jelas, ada kaitan darah bibit langsung. Diantara Uyut Satja, Abah Willa, Apa Rais, Suratman dan Anaking Arief.
Dari kodenya. Jelas bahwa Arief anak Suratman, cucunya Apa Rais, cicitnya Abah Willa.
Dari kode A.2.7.2.1 Jelas kalau Aria anak Sunardi, cucunya Apa Rais, cicitnya Abah Willa. Tak mungkin Arief de-facto dan de-jure, bisa mengaku sebagai anak dari Didi Sunardi.
Karena bukan dulur sakasur, tapi dulur sadapur.
Meskipun sosiologis, Didi Sunardi bisa bilang.
"Man, anakmu itu setara dengan anakku. Keponakan kuanggap kayak anakku."

Info dari Nini Ami, D.1.1.3, Mimih Srikanti, D.1.1.3.1 dan Abah Njam, D.1.1.6, keturunan asal dari Wareng Kiyai Mampura berkode D. Dari pernikahannya dengan Mak Nyai, punya anak tunggal Canggah Mirah, berkode D.1. Dari perkawinannya dengan Enggah Djana, menurunkan anak tunggal Buyut Rangganis berkode D.1.1. Dari pernikahannya dengan Uyut Kartawidjaja menurunkan nenekku Siti Aminah, anak ke 3 dari 6 bersaudara, berkode D.1.1.3. Nenekku menikah dengan Embah Tinggal Karadimulya asal Brebes, melahirkan anak tunggal Mimih Srikanti, berkode D.1.1.3.1. Mimih Srikanti menikah dengan Apa Rais Willadirana. Melahirkan cep Eman, sulung dari 7 bersaudara. Kodeku D.1.1.3.1.1. Anakku Arief, tentunya berkode D.1.1.3.1.1.1.
Menurut info dari wak Encin, D.1.1.2.1, Canggah Mirah menikah lagi dan menurunkan Buyut Sayana, berkode D.1.2. Canggah Djana, kukodekan E, sebelumnya juga sudah menikah dan menurunkan Ema Ngalambang, berkode E.1.1. Ema Ngalambang tentu menikah dengan Abah Ngalambang dan menurunkan wak Mangku, E.1.1.1

Asal usul bapak mertuaku, Aki Entje khabarnya sulung lalu berkode G.1
Bapak Awan Sudarma, anak ke 7 dari 9 bersaudara, berkode G.1.7
Isteriku Djubaedah, anak ke 3 dari 8 bersaudara, berkode G.1.7.3
Kode keluargaku menjadi A.2.7.1 = G.1.7.3. Anakku Arief menjadi A.2.7.1.1 = G.1.7.3.1
Dari 10 serial DUK, Arief berkode A.2.7.1.1 = B.3.7.1.1 = C.1.3.7.1.1 = D.1.1.3.1.1.1 = E.2.3.1.1.1 = F.2.1.1.1 = G.1.7.3.1 = H.3.1.3.1 = I.1.2.3.1 = K.2.7.3.1. Katut isterinya, Neng Wiena dengan kode nasab U.2.1.6.8 = W.1.1.6.8 = Y.1.1.1.8 = Z.1.5.1.8.

KEMUNGKINAN REPLIKASI
Metoda ini bisa saja dengan mudah ditiru dan diberikan pengkodean menurut keinginannya.
Asal saja punya waktu, sehat dan istiqomah. Misalkan telusuri dulu asal usul lingkup kecil dari sumber2 yang logis bisa dipercaya kebenarannya. Anak keberapa dari berapa bersaudara?
Beri kode AA, lalu disusun seperti contoh diatas. Lihat http://silsilah.blogspot.com/
Kalau ada pernikahan ulang agar dicatat lengkap, karena hal ini menyangkut pertalian hukum.
Apalagi kalau menurunkan anak kandung, yang akan memberlakukan Hukum Waris. Manatahu dimasa depan ada warisan cari nasab. Silahkan saja dimanfaatkan seberdayaguna dan seberhasilgunanya. Semoga sama sama berfaedah silaturahmi.
Wa’alaikumsalaamu warahmatullahi wa barakatuh wa ridwaanu wal maghfirah.

Tangerang, 24 Februari 1991.
A.2.7.1 Suratman b Rais b Willadirana b Satjaperwata

No comments: